Senin, 10 November 2014

BACK To My Blog



Bicara Mudah, Disiplin itu yang Susah


Akhirnya saya kembali menemukan blog ini yang telah ditelantarkan sekian lama akibat kemalasan dan ketidakpedulian yang sulit dimaafkan.



Sebenarnya niat untuk kembali mengurusi blog yang isinya baru segelintir ini dikarenakan melihat kegigihan beberapa orang yang masih bisa menyempatkan waktu mereka yang padat merayap namun masih mampu untuk menumpahkan isi pikiran dan pengalamannya ke dalam blog pribadi masing-masing. Sebut saja Mbak Trinity yang telah keliling dunia selama bumi mengelilingi matahari dalam satu kali putaran, Mas Alit Susanto yang sering membuat galau kaum tuna asmara dan jualan iklannya yang pas ramuannya, Bang Raditya Dika dengan segala macam kambing dan hewan masa purbanya, atau teman saya Si Aceh Hitam Manis dengan blog Cilet-Cilet-nya. Mereka semua masih mempunyai waktu untuk mengisi halaman blognya, memberi inspirasi dan informasi bagi semua orang dengan caranya sendiri-sendiri.



Dan mengapa saya tidak bisa sedisiplin mereka???



Terkadang saya berpikir bahwa sifat dan kebiasaan jelek yang jarang selesai melakukan suatu hal sampai benar-benar selesai sudah terlampau akut. Apakah ini keturunan atau sebuah berkah, saya tidak pernah mau ambil pusing. Yang pasti ketika rasa malas itu mengajak saya untuk menemaninya, maka saya hanya berteman dengan makanan atau cuma sekedar berbaring di kamar sembari menatap televisi. Setelahnya,,,,, tidurrrr.....



Menulis memang menjadi salah satu hasrat saya sejak zaman SMU. Banyak mading dan koran yang sering menunggu tulisan saya. Dan ituuu duluuu….,

Kebiasaan menulis ini berbanding lurus dengan hobi membaca. Namun tidak seperti membaca, keinginan menulis ini memang dirasa lebih berat untuk diwujudkan. Menumpahkan apa yang kita pikirkan, apa yang kita rasakan, apa yang kita alami, dan apa yang kita inginkan tidak semudah apa yang kita bicarakan ke orang lain. Dan itu menjadi tantangan berat untuk model manusia seperti saya.



Belajar dari contoh dan masalah akut tersebut, sekarang saya bertanya kepada diri sendiri bahwa sampai kapan saya akan berubah untuk menjadi manusia yang mengikuti hasratnya dan menikmatinya sebagai salah satu karunia yang diberikan Sang Pencipta? Jika travelling ke berbagai tempat sebagai salah satu hasrat terbesar saya sudah diwujudkan sedikit demi sedikit, mengapa juga menulis harus saya tinggalkan dengan sia-sia?



Blog ini memang begitu sederhana dengan tampilan yang seadanya. Jujur saya tidak mahir menjadikan blog ini seindah Taj Mahal atau Raja Ampat. Namun paling tidak ini bisa menjadi salah satu sarana untuk menyalurkan apa yang menjadi keinginan saya dan syukur-syukur dapat memberikan info ataupun sekedar bacaan ringan buat orang lain.



Semoga keinginan ini tetap kuat dan bisa meningkatkan kedisiplinan diri. Tak masalah bagaimana nanti hancur leburnya susunan kata di blog ini -harap dimaklumi-, namun bagi saya, untuk sementara ini, ketika setiap apa yang saya pikirkan dapat terangkai menjadi kata dan kalimat maka itu sudah cukup. Saya belum bisa sejago Andrea Hiratta atau Agustinus Wibowo dalam bercerita. Tapi selalu berharap bisa seperti mereka secepatnya. 

Saya mengucapkan “Selamat Datang Kembali” kepada diri sendiri.
Dan mengucapkan “Selamat Menikmati” bagi mereka yang mungkin “tersesat” atau “telah disesati” untuk membaca apa yang ada di blog ini.... :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar